Kami mendeteksi perkembangan yang sangat positif selama dua bulan terakhir. Jumlah kasus baru terkonfirmasi COVID-19 di Indonesia terus menurun drastis, tren yang dimulai sejak awal Februari 2021. Sementara pada 1 Februari 2021 ditemukan 10.994 kasus baru infeksi COVID-19, jumlah ini hampir dibelah dua saat kita memasuki April 2021 (lihat grafik di bawah).
Tren ini juga dikonfirmasi oleh data yang diambil dari kompleks apartemen Wisma Atlet di Jakarta Pusat. Kompleks yang diubah menjadi rumah sakit darurat pada awal 2020 ini memiliki hampir 6.000 tempat tidur yang tersedia untuk merawat pasien COVID-19. Sementara pada akhir Februari 2021 tingkat okupansi Wisma Atlet sedikit di atas 80 persen, angka tersebut turun menjadi 38,3 persen pada akhir Maret 2021. Namun, berdasarkan bukti anekdot, ‘rumah sakit konvensional’ di Indonesia tidak melihat penurunan yang begitu drastis. penurunan pasien COVID-19. Penjelasannya bisa jadi rumah sakit memiliki keterbatasan kapasitas untuk merawat pasien (berlawanan dengan ribuan tempat tidur yang tersedia di Wisma Atlet), sehingga mudah kebanjiran pasien. Apalagi rumah sakit hanya menerima orang-orang yang sangat membutuhkan perawatan medis, sedangkan Wisma Atlet terutama digunakan sebagai tempat isolasi diri bagi mereka yang menerima hasil tes positif. Jadi, tidak meredanya tekanan terhadap rumah sakit, bukan berarti pandemi di Indonesia dalam dua bulan terakhir tidak mereda.