Hong Kong and Singapore’s bubble back soon

Singapore will hold talks with Hong Kong in July to revisit the travel bubble agreement suspended last month, the Ministry of Transport reported earlier this week

The launch of the Singapore-Hong Kong Air Travel Bubble (ATB), was originally planned for 26 May, but due to spikes in new unconnected community cases, the launch was deferred. That was the second time the bubble launch aborted. Shortly after the initial agreement in November 2020, the daily frequency of unconnected cases exceeded the weekly average ceiling in both Singapore and Hong Kong.

If the seven-day moving average of daily unlinked local Covie-19 cases rises to more than five in either Singapore or Hong Kong, the ATB suspends for 14 days after a two-day ‘grace’ period.

The travel bubble will be back on the table in early July when Singapore’s Minister for Transport S Iswaran and Hong Kong Secretary for Commerce and Economic Development Edward Yau engage in a virtual conference.

The decision to revisit the subject follows an improvement in the Covid-19 situation in Singapore, with the number of unlinked community cases showing a downward trend. Hong Kong’s Covid-19 situation continues to remain stable, with very few community cases over the past few weeks.

The Ministry of Transport’s statement reiterated that both Singapore and Hong Kong remain committed to launching the ATB safely.

“We will continue to monitor the public health situation in both places closely. Both Minister Iswaran and Secretary Yau have maintained close contact and agreed that both sides should review the situation in early July before deciding on the target launch dates of the ATB flights,” the MOT statement concludes.

Didepan Menparekraf Sandiaga Uno, Ruhimat Berharap Subang Jadi Tempat Wisata Favorit

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia mengundang sejumlah kepala daerah, salah satunya Bupati Subang untuk mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif.

Bupati Subang H. Ruhimat menghadiri undangan tersebut bersama dengan kepala daerah 9 kepala darah lainnya. Kegiatan dilaksanakan di Balairung Soesilo Soedirman, Gd. Sapta Pesona Lt. 1 Jakarta, Rabu (19/5/2021).

Undangan tersebut merupakan tindaklanjut permohonan audiensi beberapa kepala daerah kepada Menparekraf yang ingin memaparkan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di daerahnya masing-masing.

Selain Kabupaten Subang terdapat 9 daerah lainnya yang berkesempatan untuk mengadakan audiensi tersebut. Adapun daerah yang mendapatkan undangan serupa diantaranya Kabupaten Lampung Barat, Sukabumi, Purwakarta, Blora, Aceh Selatan, Kota Bandar Lampung, Dumai, Bekasi dan kota Bandung.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyapa seluruh bupati dan walikota yang hadir serta memberikan berbagai arahan berupa rencana kolaborasi dan aksi untuk pengembangan potensi ekraf dan memberikan kesempatan kepada setiap bupati dan walikota untuk menyampaikan pemaparannya terkait potensi wisata di daerahnya masing-masing.

Dalam paparannya Bupati Subang, H. Ruhimat berharap melalui kegiatan tersebut akan terjadi sinergitas antara pusat dan daerah dalam rangka membangun bersama berbagai potensi kepariwisataan dan ekonomi kreatif di Kabupaten Subang.

“Saya berharap agar Kabupaten Subang dapat menjadi destinasi wisata favorit baik lokal maupun internasional terlebih karena Subang termasuk dalam segitiga rebana,” katanya.

Ruhimat memaparkan sejumlah visi kepariwisataan Subang berupa konsep Program Subang Jawara, Potensi Wisata Subang, statistik kunjungan wisatawan serta berbagai rencana pengembangan pariwisata Subang.

Dalam kesempatan tersebut Ruhimat menyerahkan cinderamata dari kabupaten subang kepada Sandiaga Uno berupa Batik Kareumbi dan Batik Ganasan serta buah nanas simadu khas Subang

Hadir mendampingi Bupati Subang, H.Ruhimat, Kepala badan BP4D Hari Rubiyanto dan Kadisparpora kabupaten Subang Subang Asep Setia Permana beserta kepala bidang Pariwisata dan jajarannya.

Indonesia Business Council for Sustainable Development Gelar Pelatihan keberlanjutan bagi Jurnalis

Melihat pentingnya peran media dalam menggiring opini publik dan perlunya meningkatkan pemahaman media akan isu-isu sustainability yang selama ini banyak dimaknai sebagai isu-isu lingkungan semata.

Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD), sebuah asosiasi perusahaan yang fokus pada isu-isu keberlanjutan, mengadakan pelatihan keberlanjutan bagi jurnalis, guna meningkatkan pemahaman media akan konsep sustainability sehingga dapat menciptakan iklim informasi yang berkelanjutan Pada 4 Juni 2021 di Hotel Four Points, Jakarta Pusat.

Adapun pembicara dalam kegiatan Ini yaitu, Presiden IBCSD Shinta Kamdani, Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup Bambang Hendroyono, Executive Director of IBCSD, serta beberapa narasumber lain seperti Bayu Wardhana dari Asosiasi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia.

IBCSD sebagai asosiasi bisnis yang dipimpin oleh CEO dari perusahaan-perusahaan yang mempunyai komitmen untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Oleh karena itu, Menurut Katrina Inandia selaku Manajer Comunication IBCSD, secara umum kegiatan ini bertujuan Untuk mendorong peningkatan kapasitas jurnalis nasional Indonesia dalam mengemas berita praktek-praktek keberlanjutan yang dilakukan oleh sektor bisnis.

“Secara khusus, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan jurnalis peserta pelatihan terkait isu-isu keberlanjutan, serta meningkatkan kemampuan untuk berpikir kritis dalam mengemas berita terkait isu-isu keberlanjutan dari berbagai sumber, utamanya laporan keberlanjutan atau sustainability report perusahaan,”ujarnya di Jakarta, Jumat (4/6/2021).

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga Diharapkan mampu Menciptakan komunitas jurnalis yang berbagi semangat, harapan dan mendukung program-program keberlanjutan yang dilakukan oleh sektor bisnis demi membantu mencapai target-target yang ada, baik dari perusahaan itu sendiri maupun dari pemerintah.

“Membangun jejaring dan potensi kolaborasi yang lebih kuat dari berbagai pihak, terutama antara media dan sektor bisnis, demi menciptakan iklim keberlanjutan di segala aspek,”tambahnya.

Peserta pelatihan adalah 20 jurnalis terpilih yang sebelumnya telah mendaftarkan diri dan menjalani proses seleksi oleh IBCSD. Para jurnalis peserta dapat berasal dari media cetak, online, radio dan TV, yang berskala nasional.