Sulitnya Presiden Pilih Panglima TNI, Semua Pilihan Penuh Risiko 2024?

Perlu penulis sampaikan bahwa tulisan ini merupakan tulisan, pandangan, dan analisis pribadi penulis, bukan pandangan institusi. Pencantuman jabatan penulis di bawah nama penulis hanya identitas semata, tidak lebih dari itu.

Panglima TNI, Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P., akan pensiun 28 November 2021, sekitar 5 bulan lagi. Sesuai perintah Undang-Undang (UU), Presiden paling lambat akan melantik Panglima TNI yang baru pada tanggal 28 November 2021 tersebut.
Calon Panglima TNI berikutnya juga tidak banyak, hanya tiga orang: KASAD, KASAU, dan KASAL. Sesuai UU hanya perwira tinggi TNI bintang 4 yang boleh diusulkan ke DPR sebagai Calon Panglima TNI. Saat ini hanya tiga itu penyandang bintang 4.
Teorinya, Presiden bisa pilih siapa saja di antara ketiga Kepala Staf Angkatan tersebut yang akan dicalonkan sebagai Panglima TNI pengganti Marsekal Hadi. Presiden tinggal pilih, kirimkan namanya ke DPR, dapat persetujuan DPR, lantik. Selesai. Toh belum pernah ada Calon Panglima TNI yang diusulkan Presiden ditolak DPR.
Kelihatannya sederhana. Namun karena Presiden harus menimbang dari segala aspek, pemilihan Panglima TNI untuk saat ini tidak sesederhana itu. Menurut hemat penulis, semoga salah, pemilihan Panglima TNI saat ini merupakan pemilihan Panglima TNI yang rumit dan memusingkan Presiden.
Letak kerumitannya bukan karena persaingan dan adu kekuatan pendukung (kayaknya ndak mungkin) dari masing-masing Calon (KASAD, KASAL, KASAU), juga bukan karena soal penggiliran matra, apalagi urusan kompetensi, sama sekali bukan, karena semuanya memiliki kapasitas untuk memegang komando Panglima TNI.
Kerumitannya lebih karena pertimbangan jaminan stabilitas pertahanan dan keamanan sampai 2024, saat Pilpres/Pileg dan Pilkada serentak dilaksanakan, dan setidaknya enam bulan setelahnya (2025).
Pilpres/Pileg sudah disepakati akan dilaksanakan Februari 2024. Pilkada serentak akan dilaksanakan November 2024 yaitu sebulan setelah pelantikan Presiden masa bakti 2024-2029.

Pariwisata

“Terakhir saya ingin mengajak semua masyarakat lokal Desa Wisata Denai Lama untuk tampil di Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 yang akan kita gelar dan mudah-mudahan akan mendapat hadiah total miliaran rupiah,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Bupati Deliserdang, Ashari Tambunan.
Dirinya mewakili pemerintah dan masyarakat menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas kunjungan, arahan dan dukungan Sandiaga Uno dalam memajukan desa wisata di Deli Serdang.
Lewat pengembangan potensi desa wisata yang tersebar di Kabupaten Deli Serdang, dirinya meyakini sektor pariwisata dapat secara langsung meningkatkan kesejahteraan masyarakat ke depannya.
“Pariwisata ini bisa memberikan peluang kepada masyarakat kami untuk bagaimana mereka bisa meningkatkan kesejahteraannya,” ungkap Ashari.
Tak hanya beragam kearifan lokal, modal utama yang dimiliki Deli Serdang disampaikannya adalah lokasi yang sangat geografis.
Deli Serdang yang menjadi gerbang masuk Indonesia bagian barat itu katanya menyambut para wisatawan yang tiba melalui Bandara Internasional Kualanamu.
“Mudah-mudahan pada saatnya wisatawan mancanegara datang ke Sumatera Utara, kami berharap kami yang di Deli Serdang juga memperoleh manfaatnya,” ungkapnya.
Begitu juga dengan letak Deli Serang yang berbatasan langsung dengan Ibukota Provinsi Sumatera Utara, yakni Medan serta sejumlah kabupaten di Sumatera Utara lainnya.
Hal tersebut katanya merupakan  nilai tambah tersendiri, mengingat Deli Serdang dapat menjadi rujukan wisata bagi masyarakat Medan dan Kabupaten lainnya di Sumatera Utara.
“Ini akan menjadi peluang yang sangat besar, kami mohon dukungan dan arahan dari bapak. Terima kasih pak menteri, kunjungan bapak sungguh memotivasi kami dan menginspirasi kami untuk berbuat lebih baik lagi,” ungkap Ashari.
“Kami percaya bahwa dengan bapak menteri sebagai orang yang dipercayakan oleh bapak presiden untuk memanfaatkan seluruh potensi wisata di Indonesia ini wisata akan berkembang pesat, menjadi tulang punggung perekonomian bangsa, Insya Allah,” tutupnya.

Sandiaga Nilai Wisata Edukasi di Desa Denai Lama Mampu Sejahterakan Masyarakat

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menilai pengembangan wisata edukasi di Desa Wisata Denai Lama dapat mensejahterakan masyarakat di pariwisata era baru.

Hal tersebut ia ungkapkan saat menyambangi desa wisata yang terletak di Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara pada Rabu (9/6).

“Hari ini saya sangat bersyukur bahwa di tengah-tengah pandemi dan melambatnya ekonomi, Desa Wisata Denai Lama hadir untuk menjadi salah satu opsi desa wisata yang berkeadilan, yang memberikan gerak ekonomi untuk masyarakat dan membuka lapangan kerja yang seluas-luasnya dan sebesar-besarnya,” ungkap Sandiaga seperti dikutip dari keterangan resminya, Rabu (9/6).
Sandiaga yang saat itu disambut langsung Gubernur Sumatra Utara (Sumut) Edy Rahmayadi, mengaku antusias melihat semangat masyarakat Denai Lama yang menghadirkan wisata edukasi sebagai daya tarik utama.
Berbekal kearifan lokal yang dikemas menarik, Sandiaga optimistis sisi edukasi yang ditawarkan masyarakat dapat menarik banyak wisatawan ke depannya.
“Jadi desa wisata ini adalah program yang kami dukung, karena desa wisata seperti Denai Lama ini akan meningkatkan keterampilan masyarakat untuk menghadapi pariwisata era baru, pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” tambahnya.
Hal paling menarik dari desa wisata Denai Lama itu menurutnya adalah Kafe Baca serta beragam kearifan lokal yang kini tengah dikembangkan masyarakat.